Telaga Warna

Image 03

Telaga Warna adalah objek wisata yang terletak di Dieng, Kecamatan Kejajar Wonosobo. Telaga Warna merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Wonosobo. Jarak objek wisata Telaga Warna dapat ditempuh sekitar 26 Km dari Wonosobo ditempuh dengan rute Arah utara kota Wonosobo, dengan menggunakan bus jurusan Wonosobo - Dieng Batur.

Keunikan tersendiri dari Telaga Warna adalah warna telaganya, terkadang telaga tersebut berwarna hijau dan kuning atau berwarna warni mirip pelangi. Hal ini karena Telaga Warna memiliki kandungan sulfur yang cukup tinggi yang mempunyai kedalaman 14 meter.

Telaga Warna banyak dikunjungi oleh turis domestik maupun mancanegara, karena keindahan dan hawa udara yang segar.

Disamping Telaga Warna terdapat juga Telaga Pengilon (telaga cermin) dinamakan cermin karena apabila dilihat air yang ada di telaga pengilon berkilau seperti cermin, fenomena ini disebabkan oleh kandungan mineral telaga tersebut. Tidak jauh dari Telaga Warna ada beberapa kawah yang mengeluarkan bahan-bahan mineral dari dalam bumi. Pantulan warna yang dikeluarkan Telaga Warna tidak selalu nampak apabila ketika cuaca sedang mendung. Meskipun begitu, pemandangan dan suasana di tempat ini tidak akan pernah anda temui di tempat lain.

Dengan tersedianya balkon kecil yang sengaja dibuat oleh pengelola, maka pengunjung dapat menyentuh dan menyusuri Telaga Warna. Selain danau, telaga pengilon terdapat beberapa gua seperti: Gua Semar, gua jarang (kuda), gua sumur dan batu tulis. Dari semua gua yang terdapat di telaga warna semuanya mempunyai cerita masing-masing yang perlu di ketahui oleh wisatawan.

Kawah Sikidang

Image 04

Kawah ini adalah kawah vulkanik dengan lubang kepundan berada di daerah dataran sehingga kawah dapat disaksikan langsung dari bibir kawah. Sampai saat ini kawah Sikidang masih aktif mengeluarkan uap panas sehingga air kawah mendidih dan bergejolak.

Bau khas pegunungan berapi, kepulan asap putih selalu menghiasi penampilan kawah ini. Uap panas yang keluar disertai semburan air yang mendidih berwarna kelabu selalu muncul berpindah-pindah dan berlompat-lompat dari satu tempat ke tempat lain seperti seekor Kidang, sehingga dinamai kawah Sikidang.

MAKANAN KHAS DIENG

------------------------------------------------------
Image 05
Carica Dieng
Tanaman Carica merupakan pohon kecil atau perdu yang tidak berkayu, mirip dengan pepaya biasa tetapi mempunyai cabang yang lebih banyak dan ukuran semua bagian tanaman lebih kecil, buah Carica dapat dijadikan sirup, jus, manisan, dan selai.
------------------------------------------------------
Image 06
Kacang Dieng
Kacang Dieng sering kali di sebut juga Kacang Babi, Kacang babi berasal dari tumbuh-tumbuhan sejenis kacang - kacangan yang hanya tumbuh dengan baik di dataran tinggi dieng, kacang ini memiliki bentuk yang unik, tidak seperti jenis kacang - kacangan lain. Bentuknya besar dan melebar dengan congor ditengah yang berwarna hitam.
------------------------------------------------------
Image 07
Purwaceng
Purwaceng adalah tumbuhan herbal dari genus Apiaceae. Terkenal karena khasiatnya yang dapat meningkatkan stamina bagi si peminum. Biasanya diolah dalam bentuk bubuk purwaceng, kopi purwaceng dan susu purwaceng.

Komplek Candi Arjuna

Image 03

Komplek Candi Arjuna merupakan kumpulan candi yang terletak di kaki pegunungan Dieng, Wonosobo, Jawa tengah. Komplek Candi Arjuna menempati dataran pada ketinggian 2093 m di atas permukaan laut, memanjang arah utara-selatan sekitar 1900 m dengan lebar sepanjang 800 m.

Kumpulan candi Hindu beraliran Syiwa yang diperkirakan dibangun antara akhir abad ke-8 sampai awal abad ke-9 ini diduga merupakan candi tertua di Jawa. Sampai saat ini belum ditemukan informasi tertulis tentang sejarah Candi Dieng, namun para ahli memperkirakan bahwa kumpulan candi ini dibangun atas perintah raja-raja dari Wangsa Sanjaya. Di kawasan Dieng ini ditemukan sebuah prasasti berangka tahun 808 M, yang merupakan prasasti tertua bertuliskan huruf Jawa kuno, yang masih masih ada hingga saat ini. Sebuah Arca Syiwa yang ditemukan di kawasan ini sekarang tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Pembangunan Candi Dieng diperkirakan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama yang berlangsung antara akhir abad ke-7 sampai dengan perempat pertama abad ke-8, meliputi pembangunan Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi dan Candi Gatutkaca. Tahap kedua merupakan kelanjutan dari tahap pertama, yang berlangsung samapi sekitar tahun 780 M.

Golden Sunrise Sikunir

Image 04

Sunrise adalah salah satu incaran para wisatawan jika berkunjung kedataran tinggi dieng. Siapa saja yang sudah datang kesana, pasti mengakui sunrise di dieng memiliki pemandangan yang unik dan tidak ditemui di tempat lain.

Pemandangan sunrise ini di anggap unik karena cincin perak dan emas yang seakan melingkari matahari saat terbit. umumnya, wisatawan bisa menikmati sunrise dari gardu pandang dieng, yang berjarak sekitar 4km sebelum masuk wilayah dataran tinggi dieng.

Selain gardu pandang dieng, anda juga bisa menikmati sunrise dari bukit sikunir. Disana, anda tidak hanya bisa menikmati matahari bercincin emas dan perak, tetapi juga pemandangan 5 gunung di sekeliling dataran tinggi dieng dengan keadaan masih berselimut kabut, bagai salju.

Dieng Plateau Theater

Image 03

Terletak di lereng Bukit Sikendil Desa Dieng Kecamatan Kejajar, Menjadi pusat interpretasi wisata dan budaya Dieng. Berkapasitas 100 kursi lengkap dengan perangkat audio visual tentang Dieng Pengunjung bisa menyaksikan pemandangan Dieng dari plataran gedung dan di dalam teater diputar film tentang Dieng dan kekayaan alamnya. Disamping itu, DPT juga cocok untuk wisata pendidikan.